Skip to content


Belinya Online Kok Masih Pakai Tiket Kertas

Hari gini apa sih yang ga bisa dibeli via online(internet). Mulai dari tiket pesawat, hape dari yg 12 tombol sampai tanpa tombol, laptop bahkan celana dalam pun dijual online. Malah jodoh pun sekarang banyak didapat dari online dulu malah.
Sistem penjualan tiket secara online dipelopori oleh tiket pesawat, tinggal buka web yang jual tiket, pilih dari dan tujuan pesawat,nah muncul deh pilihan maskapai jam take off dan harga. Pembeli tinggal menentukan pilihan tiket dengan harga, jam dan maskapai yang cocok. Setelah pesan dan bayar, beberapa menit kemudian pembeli mendapatkan email berisi tiket maskapai tersebut. Isi dari email tersebut di cetak(print) di kertas silahkan, hanya di simpan di smartphone/tablet PC juga tidak masalah. Pembeli tinggal menunjukkan tiket dalam bentuk kertas maupun menunjukkan isi email yang tersimpan di smartphone/Tablet PC pada saat check in di bandara.
Tak mau ketinggalan sistem penjualan tiket kereta api pun juga mulai mengikuti jejak dari tiket pesawat. Tiket kereta api pun dijual secara online. Wah benar-benar kemajuan yang sangat pesat nih. Mulai dari pemesanan tiket yang online, tinggal pilih stasiun berangkat, tujuan dan jumlah penumpang. Beberapa saat kemudian akan muncul kode kereta nama nama kereta jam keberangkatan, jam tiba di tujuan. Pembeli bisa memilih berdasarkan harga, jam keberangkatan atau kereta yang dipilih. Setelah proses memilih selesai, data penumpang dimasukkan, pembeli juga bisa memilih kursi dan gerbong yang diinginkan. Selanjutnya ke proses pembayaran, setelah pembayaran selesai dilakukan. Pembeli akan mendapatkan email dari konfirmasi pembayaran berikut kode booking. Di sinilah hal aneh terjadi, kode booking tersebut tidak serta merta menjadi tiket kereta, pembeli harus mencetak kode booking itu di stasiun tertentu agar dapat menjadi tiket. Kok aneh beli nya online kenapa harus tetap di cetak(print), mana di cetaknya hanya bisa di stasiun tertentu?

Harusnya kode booking bisa langsung jadi tiket tanpa harus di cetak. Pada saat check-in di stasiun pembeli cukup memperlihatkan kode booking pada email yg tersimpan di smartphone/tablet PC, atau bisa dicetak tanpa harus ke stasiun. Pada saat pengecekan penumpang di dalam kereta, kondektur kereta cukup membawa barcode scan atau aplikasi barcode scan di smartphone mereka. Tiket cetak maupun noncetak dapat langsung di scan dan langsung masuk ke daftar penumpang tanpa harus mencari nama penumpang dalam daftar secara manual.
Tambahan dari penulis semoga layanan angkutan kereta api bertambah maju, tanpa harus mencetak tiket di stasiun tertentu, beli online kok masih harus pake tiket fisik.

Posted in opini.

Tagged with , , .


3 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Yogie says

    Mungkin mengadopsi dari sistem pesawat yang lama, dimana tiket online harus ditukar dengan boarding pass. Sayangnya, kemudian nggak diupdate lagi.

  2. Oelpha says

    Belum lagi kalo tiket cetaknya ilang, ribet musti pake surat keterangan dari kepolisian segala. Ga bisa langsung cetak ulang berdasarkan kode booking. Katanya sih karena tiap tiket ada nomor dan tanda hologram atau entah apanya jadi cuma bisa sekali print doang.

  3. Harry says

    @masyogie : sayang klo ga diupdate,apalag hanya stasiun tertentu yang bisa cetak tiket mandiri
    @mbakoelpha: wah klo kasus kayak ribet buanget mana anehnya cuman bisa cetak sekali doank, bukannya klo cetak lagi hologramnya bisa dicetak juga ya



Some HTML is OK

dingin

or, reply to this post via trackback.