Jawaban “iya” Darimu

Setelah menanti 25 jam, rasanya adrenalin ini naik sewaktu aku menanyakan jawaban dari pertanyaanku. Segelas eskrim itu tidak dapat meredam suhu badan yang mulai naik, gerah melanda badan, sesak melanda jiwa, ketenangan luruh menghilang.

Di hari sebelumnya tempat di mana aku biasa mencari nafkah di kampus*menjadi asisten* di lantai 3,aku menanyakan hal yang mungkin tidak akan aku lupakan, pertanyaan itulah yang membuat suasana hening sejenak seakan waktu berhenti, langkah pun juga terhenti. Memang tidak susah sich menjawab pertanyaan itu, tidak juga mudah untuk dijawab. Kuputuskan untuk meminta jawaban esok hari. Suasana pun mencair setelah itu,waktu berjalan seperti sedia kala.
Kutunggu jawabannya,aku mendapatkan dengan isyarat, aku ingin kejelasan dari jawaban dari pertanyaan itu. Jawaban “iya” darimu sangat pelan terdengar, aku tidak ingin telingaku salah menangkap jawaban itu, jawaban “iya” kamu ulangi.
Aku senang mendapatkan jawaban itu, terimakasih buat kamu yang ada selalu dihatiku, aku sayang kamu.

9 Replies to “Jawaban “iya” Darimu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *