5 Bulan sudah Hidup Di Jakarta

Alhamdulillah ga terasa udah 5 bulan aku terdampar di kota yang keras ini. Mulai dari pertama kali ini aku hidup jauh dari orang tua(orang tua di Semarang). Memang aku akui Jakarta adalah kota yang sangat keras, mulai dari suasana yang kurang bersahabat, polusi tingkat tinggi sampai dengan bisingnya kota ini. Waktu di jakarta seakan berjalan dengan cepat, menurutku bukan orang yang mengejar waktu di kota ini, tapi orang lah yang dikejar dengan waktu.

Di halte transit busway, tidak ada orang yang berjalan dengan pelan dan tenang, semuanya pada terlihat terburu buru lari menuju pintu pintu halte busway. Toleransi di sini pun juga sudah hampir tidak berlaku. Tidak jarang seorang ibu ibu yang sedang hamil atau membawa anak balita berdiri di dalam busway yang penuh sesak.

Akhirnya Jakarta bulan November ini memasuki musim penghujan,hampir seharian hujan, bahkan hujan terkadang menyebabkan banyak jalan raya tergenang. Efek tergenangnya jalan macet yang semakin parah dan rusak nya jalan raya.

Itulah kota Jakarta namun dari semua itu aku menemukan sesuatu yang tidak akan aku temukan jika aku tinggal dan bekerja di Semarang, yaitu kemandirian. Yak karena jauh dari orang tua maka semua harus dilakukan sendiri, mulai dari hal yang kecil sampai dengan memanage keuangan agar tetap dapat menabung. Selain kemandirian aku juga bertemu teman teman baru, baik dari 1 ruangan,1 angkatan Prajab maupun dari Loenpia[dot]net cabang Jakarta. Semua memiliki arti tersendiri dalam kehidupanku.

Terimakasih ya Allah telah memberiku rizki dan jalan hidup yang tidak aku sangka sebelumnya. Semoga dengan cobaan ini aku dapat menjadi lebih baik dan tidak terlena. Jauhkan lah aku dari sifat yang suka mengeluh. Hanya orang orang yang sabar dan tabah yang dapat melalui semua cobaan-Mu.

8 Replies to “5 Bulan sudah Hidup Di Jakarta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *